Pre Test
Introduction
Nervous System and Brain Anatomy
Cranial Nerves and Special Senses

Autonomic Nervous System (ANS) Material

Karena tadi sudah nontonn videonya, admin mau coba rangkum dan jabarin yaa mengenai Autonomic Nervous System (ANS) atau sering disebut juga sistem saraf simpatik dan parasimpatik
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
– Menjelaskan organisasi umum ANS, termasuk pembagian simpatis dan parasimpatis.
– Mendeskripsikan jalur preganglionik dan postganglionik serta lokasi ganglia otonom.
– Mengidentifikasi efek fisiologis aktivasi simpatis dan parasimpatis pada organ tubuh.
– Mengaitkan fungsi otonom dengan manifestasi klinis, seperti gangguan pupil, tekanan darah, dan fungsi pencernaan.

Sistem Saraf Otonom (ANS) adalah bagian dari Sistem Saraf Perifer (PNS) yang mengatur fungsi-fungsi involunter (tak disadari) pada tubuh, seperti pernapasan, denyut jantung, tekanan darah, pencernaan, dan suhu tubuh.
ANS terdiri atas dua komponen utama:

Komponen Fungsi Utama Efek Umum
Simpatis (thoracolumbal) Mempersiapkan tubuh untuk aktivitas atau stres (“fight or flight”) Meningkatkan denyut jantung, melebarkan pupil, mempercepat napas
Parasimpatis (craniosacral) Mengembalikan tubuh ke keadaan istirahat dan pemulihan (“rest and digest”) Menurunkan denyut jantung, memperlambat napas, meningkatkan pencernaan

Jalur Saraf Otonom: Preganglionik dan Postganglionik

Berbeda dari sistem somatik (yang hanya melibatkan satu neuron motorik), sistem otonom menggunakan dua neuron bertingkat:
1. Neuron Preganglionik – berasal dari sistem saraf pusat (SSP: otak atau medulla spinalis). Aksonnya keluar dan bersinaps di ganglion otonom.
2. Neuron Postganglionik – berasal dari ganglion otonom, dan aksonnya menuju organ efektor (jantung, paru, usus, pupil, dsb).

Sistem Letak Neuron Preganglionik Letak Ganglion Panjang Serabut
Simpatis T1–L2 medulla spinalis Dekat medulla spinalis (paravertebral) Preganglionik pendek, postganglionik panjang
Parasimpatis Batang otak (CN III, VII, IX, X) & S2–S4 spinal Dekat atau di dalam organ efektor Preganglionik panjang, postganglionik pendek

Sistem Saraf Simpatis (“Fight or Flight”)
Dari kolumna intermediolateralis medulla spinalis (segmen T1–L2), Disebut juga outflow torakolumbal
Rantai Simpatis (Sympathetic Chain):
– Terletak di kedua sisi vertebra, dari dasar tengkorak hingga sakrum.
– Berfungsi mendistribusikan impuls ke seluruh tubuh, termasuk kepala dan ekstremitas bawah.

Organ Efek Simpatis
Jantung Meningkatkan frekuensi dan kekuatan kontraksi
Paru-paru Melebarkan bronkus
Pupil mata Dilatasi (mydriasis)
Kulit Merangsang keringat, vasokonstriksi pembuluh darah
Pencernaan Menghambat motilitas usus, menurunkan sekresi
Kandung kemih Relaksasi dinding, kontraksi sfingter
Kelenjar adrenal Sekresi adrenalin (epinefrin) & norepinefrin

Neurotransmiter utama sistem saraf simpatis:
– Preganglionik: Asetilkolin (ACh)
– Postganglionik: Norepinefrin (NE)

Sistem Saraf Parasimpatis (“Rest and Digest”)

Disebut outflow kraniosakral karena berasal dari:
– Batang otak: CN III (okulomotorius), VII (fasialis), IX (glosofaringeus), X (vagus)
– Medulla spinalis: segmen S2–S4
Efek Aktivasi Sistem Parasimpatis:

Organ Efek Parasimpatis
Jantung Menurunkan frekuensi detak
Paru-paru Bronkokonstriksi
Pupil mata Konstriksi (miosis)
Pencernaan Meningkatkan sekresi dan peristaltik
Kandung kemih Kontraksi dinding, relaksasi sfingter
Kelenjar ludah Meningkatkan sekresi saliva

Neurotransmiter utama (baik pre & postganglionik) sistem saraf parasimpatis:
– Asetilkolin (ACh)

Kedua sistem (simpatis & parasimpatis) bekerja antagonistik namun terkoordinasi — menjaga keseimbangan fisiologis tubuh.
Contoh:
Saat stres → simpatis aktif (denyut meningkat, pencernaan berhenti)
Setelah istirahat → parasimpatis mengambil alih (pencernaan meningkat, jantung melambat)

Korelasi Klinis

Gangguan Mekanisme Gejala Klinis
Disautonomia Disfungsi ANS akibat neuropati (misalnya diabetes) Tekanan darah tidak stabil, gangguan keringat
Pupil abnormal Gangguan simpatis → miosis; gangguan parasimpatis → midriasis Ketidakseimbangan ukuran pupil
Sindrom Horner Lesi pada jalur simpatis servikal Ptosis, miosis, anhidrosis pada sisi wajah
Hipotensi ortostatik Gangguan refleks simpatis Tekanan darah turun saat berdiri
Cedera medulla spinalis tinggi Putusnya jalur otonom Gangguan kontrol suhu, tekanan darah, dan miksi