Sebelumnya udah sering denger tentang otak dan sistem saraf kan kalian?
Nah disini admin mau coba recalling keseluruhan secara singkat yaa. untuk lebih lanjutnya ikutin terus course nyaa sampai habis.
Pernahkah kamu berpikir bagaimana tubuh bisa bergerak, berbicara, atau sekadar merasakan panasnya matahari di kulit?
Semua itu dikendalikan oleh sistem saraf — jaringan komunikasi paling rumit dalam tubuh manusia yang bekerja cepat, presisi, dan terkoordinasi.
Sistem saraf berperan sebagai “pusat kendali tubuh”, yang menerima informasi dari lingkungan, memprosesnya, lalu mengirimkan respons melalui otot atau kelenjar.
Pemahaman anatominya menjadi pondasi penting untuk memahami fungsi normal maupun gangguan klinis seperti stroke, neuropati, atau cedera medula spinalis.
Menurut Tortora & Nielsen (Principles of Anatomy and Physiology, 16th ed) dan Gray’s Anatomy for Students (2023), sistem saraf dibagi menjadi dua komponen utama:
| Bagian | Komponen Utama | Fungsi Umum |
|---|---|---|
| Sistem Saraf Pusat (SSP / Central Nervous System) | Otak (cerebrum, diencephalon, brainstem, cerebellum) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis) | Mengolah informasi dan mengkoordinasikan seluruh aktivitas tubuh |
| Sistem Saraf Tepi (SST / Peripheral Nervous System) | Saraf kranialis (I–XII), saraf spinalis, ganglia, dan pleksus saraf | Menghubungkan SSP dengan organ tubuh dan lingkungan eksternal |

Komponen Utama Sistem Saraf Pusat
| Struktur | Fungsi Utama |
|---|---|
| Cerebrum (Otak Besar) | Pusat kendali gerak sadar, persepsi sensorik, bahasa, kepribadian, serta fungsi intelektual tinggi seperti berpikir dan mengingat. |
| Diencephalon (Talamus & Hipotalamus) | Talamus: pusat relay sensorik menuju korteks. Hipotalamus: mengatur homeostasis (suhu, lapar, haus, hormon). |
| Brainstem (Mesensefalon, Pons, Medulla Oblongata) | Mengatur fungsi vital seperti pernapasan, denyut jantung, dan refleks dasar. Menjadi jalur konduksi antara otak dan medulla spinalis. |
| Cerebellum (Otak Kecil) | Mengatur keseimbangan, tonus otot, dan koordinasi gerakan halus. |
| Medulla Spinalis (Sumsum Tulang Belakang) | Menghantarkan impuls sensorik dan motorik antara otak dan tubuh serta memediasi refleks spinal. |
Komponen Utama Sistem Saraf Tepi
SST terdiri dari:
Saraf Kranialis (N. I–XII) – Menghubungkan otak dengan kepala dan leher.
Saraf Spinalis – Berasal dari medulla spinalis dan membentuk pleksus:
Plexus cervicalis → leher, bahu, diafragma
Plexus brachialis → lengan
Plexus lumbosakralis → panggul dan tungkai bawah
Sistem Saraf Otonom (ANS) – Mengatur fungsi tak sadar:
Simpatis (thoracolumbal) → “fight or flight”
Parasimpatis (craniosacral) → “rest and digest”
Pembahasan pengantar mengenai otak biasanya dimulai dari bagian bawah ke atas, yaitu dari hindbrain (otak belakang), midbrain (otak tengah), hingga forebrain (otak depan).
Hindbrain, Midbrain, dan Forebrain
Beranjak dari medula spinalis embrional, terdapat tiga vesikula otak utama yaitu hindbrain (otak belakang), midbrain (otak tengah), dan forebrain (otak depan).
Hindbrain (Otak Belakang)
Bagian ini berkembang menjadi medula oblongata, pons, dan serebelum.
Hindbrain mengandung pusat-pusat vital yang mengatur fungsi-fungsi seperti kardiovaskular dan respirasi, serta nukleus saraf kranialis V–XII, yang berperan dalam sensasi wajah serta pergerakan bagian atas saluran pencernaan untuk proses menelan dan fonasi.. Serebelum terlibat dalam pengaturan keseimbangan dan posisi tubuh dalam ruang, menerima sebagian besar serabut dari aparatus vestibular, serta berperan dalam koordinasi pola-pola gerakan terampil yang kompleks.
Midbrain (Otak Tengah)
Bagian otak ini mengalami perubahan paling sedikit selama pertumbuhan dan maturasi. Midbrain mengandung nukleus saraf kranialis III dan IV, serta menjadi pusat refleks untuk mata (misalnya refleks cahaya pupil) dan refleks pendengaran.
Forebrain (Otak Depan)
Bagian ini berkembang menjadi diensefalon (yang mencakup struktur-struktur talamik) dan telensefalon kanan serta kiri, yang membentuk hemisfer serebri.
Hemisfer serebri merupakan satu-satunya struktur otak yang berpasangan; semua komponen lain bersifat tunggal. Hemisfer serebri mengalami pertumbuhan besar ke arah posterior, kemudian melengkung ke bawah dan ke depan, membentuk struktur menyerupai tanduk domba. Bagian bawah hemisfer berhubungan dengan lobus inferior otak.
| Komponen Otak | Fungsi Utama |
|---|---|
| Korteks Serebri | 1. Persepsi sensorik 2. Kontrol gerakan sadar 3. Bahasa 4. Sifat kepribadian 5. Proses mental tinggi (fungsi luhur) seperti berpikir, mengingat, mengambil keputusan, kreativitas, dan kesadaran diri |
| Nukleus Basal | 1. Inhibisi tonus otot 2. Koordinasi gerakan lambat dan menetap 3. Menekan pola gerakan yang tidak bermanfaat |
| Talamus | 1. Stasiun pemancar untuk semua masukan sinaps 2. Kesadaran kasar akan sensasi 3. Berperan dalam kesadaran 4. Berperan dalam kontrol motorik |
| Hipotalamus | 1. Regulasi banyak fungsi homeostatik seperti kontrol suhu, haus, pengeluaran urin, dan asupan makanan 2. Penghubung penting antara sistem saraf dan endokrin 3. Banyak terlibat dalam emosi dan pola perilaku dasar |
| Serebelum | 1. Mempertahankan keseimbangan 2. Meningkatkan tonus otot 3. Mengoordinasikan dan merencanakan aktivitas otot sadar yang terampil |
| Batang Otak (Midbrain, Pons, dan Medula) | 1. Asal sebagian besar saraf kranialis perifer 2. Pusat kontrol kardiovaskular, respirasi, dan pencernaan 3. Regulasi refleks otot yang berperan dalam keseimbangan dan postur 4. Penerimaan dan integrasi semua input sinaps dari medula spinalis 5. Peran dalam siklus tidur-bangun serta kesadaran |


Struktur Otak Berdasar Embriologi (Secondary brain vesicles) > Menuju Struktur Otak Dewasa (Adult Brain Structure)
a) Thalamus : Menyampaikan informasi sensorik dari seluruh tubuh ke korteks serebri
b) Hipotalamus : Mengatur Homeostasis, Emosi, dan Sistem Endokrin
c) Pineal Gland : Mengatur Siklus tidur bangun melalui produksi Melatonin.
Colliculi merupakan dua pasang tonjolan yang terletak di atap mesensefalon (tectum), terdiri atas:
Colliculus superior → berperan dalam refleks visual, yaitu mengoordinasikan gerakan bola mata dan kepala terhadap rangsangan visual.
Colliculus inferior → berfungsi dalam refleks auditori, yaitu mengarahkan gerakan kepala terhadap sumber suara serta menjadi stasiun transmisi impuls dari nukleus koklearis menuju korpus genikulatum mediale (bagian dari talamus).
Cerebral peduncles adalah dua bundel besar serabut saraf yang terletak di bagian ventral mesensefalon. Struktur ini terdiri atas:
Basis pedunculi → mengandung serabut kortikospinal, kortikopontin, dan kortikobulbar yang menghantarkan impuls motorik dari korteks serebri ke pons, medula, dan medula spinalis.
Tegmentum → mengandung substansia nigra dan nukleus merah (nucleus ruber) yang berperan dalam pengaturan gerakan tubuh halus serta koordinasi motorik.
∙ Pons ( yang menghubungkan cerebellum dengan bagian lain dari otak dan sumsum tulang belakang)
∙ Cerebellum ( Otak Kecil ) terbagi menjadi 3 Lobus :
Secara Fungsional, CEREBLUM memiliki tiga zona fungsional, yaitu :
berisi cairan CSF dan berkembang ke 4 bagian yaitu :
1. Fourth Ventricals : terletak di atas pons dan bagian rostal medulla Oblongata
2. Third Ventricals : terletak di garis tengah diencephalon
3. Lateral Ventricals : terletak di dalam substansial alba