Pre Test
Introduction
Nervous System and Brain Anatomy
Cranial Nerves and Special Senses

Cerebrum Material

Karena tadi sudah nontonn videonya, admin mau coba rangkum dan jabarin yaa mengenai cerebrum atau kita sering sebut otak depan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
– Mengidentifikasi anatomi (cerebrum) dan pembagian lobusnya.
– Menjelaskan lokasi serta fungsi umum dari tiap lobus cerebri.
– Menjelaskan konsep area Brodmann dan hubungannya dengan fungsi sensorik, motorik, dan kognitif.
– Menghubungkan kelainan fungsi otak dengan lokasi anatomi yang terkena.
Struktur Keseluruhan Cerebrum

A. Telensefalon

  1. Gambaran Umum
    Hemisfer serebrum kiri dan kanan terdiri atas korteks cerebrum, substansia alba, dan ganglion basal (lihat Gambar 29–3). Mulanya dihubungkan dengan bulbus olfaktorius; selama perkembangan, kedua hemisfer serebrum meluas ke arah superior dan posterior. Banyak jalur akson yang menghubungkan bagian tersebut (kapsula interna) mengait talamus dan hipotalamus (struktur diensefalon). Hubungan antara kedua hemisfer serebrum dan talamus memberikan asosiasi fungsional yang sangat erat.

  2. Struktur
    Hemisfer serebrum terpisah oleh celah yang dalam, yakni fisura longitudinalis cerebri, yang di dalamnya berproyeksi falks serebri.
    a. Pembagian
    Masing-masing hemisfer serebrum dibagi menjadi bagian sistem saraf pusat (SSP) yang lain, menjadi substansia alba dan substansia grisea.(1) Substansia grisea menutupi permukaan, terdiri atas sel saraf (neuron) yang tersusun dalam kolom fungsional vertikal dengan sirkuit yang kompleks.
    – Masukan (input): 99% berasal dari area asosiasi kortikal dan talamus, hanya sebagian kecil (1%) berasal dari area subkortikal.
    – Keluaran (output): neuron dari kolom fungsional terutama menuju area kortikal lain, talamus, ganglion basal, serta serebelum. Neuron pada area tertentu juga memengaruhi neuron motorik bagian bawah di batang otak dan medula spinalis.
    (2) Substansia alba yang letaknya lebih dalam terdiri atas traktus atau fasikulus akson neuron masukan dan keluaran.

     

    b. Permukaan
    Permukaan telensefalon terlihat menjadi gyrus (rigi) yang terpisah oleh sulcus (alur). Lipatan kortikal ini meningkatkan area permukaan, sehingga menambah jumlah kolom neuron
    fungsional yang dapat ditampung.Beberapa girus dan sulkus memiliki lokasi yang tetap dan menjadi tanda penting anatomi untuk membatasi berbagai lobus.

    (1) Fisura lateral (Sylvian) adalah alur dalam di antara lobus frontalis dan lobus temporalis.
    (2) Sulkus sentral (fisura dari Rolando) membentang pada bidang koronal dari ujung posterior fisura sylvian melampaui permukaan lateral sampai pada permukaan medial fisura longitudinal, untuk jarak yang pendek.
    (3) Fisura parieto-oksipital lebih kurang membatasi tepi antara lobus parietalis dan lobus oksipitalis, terutama pada permukaan medialnya.
    (4) Fisura kalkarina, dapat terlihat hanya pada aspek medial, membagi dua lobus oksipitalis pada bidang lintang.

    Struktur Letak Fungsi / Pentingnya
    Sulcus Sentralis (Rolando) Memisahkan lobus frontalis dan parietalis Batas antara area motorik dan sensorik
    Sulcus Lateralis (Sylvii) Antara lobus temporalis dan frontal-parietal Batas lobus temporalis
    Sulcus Parieto-oksipitalis Antara lobus parietalis dan oksipitalis Batas visual posterior
    Gyrus Precentralis Anterior sulcus sentralis Area motorik primer
    Gyrus Postcentralis Posterior sulcus sentralis Area sensorik primer
    Gyrus Temporalis Superior Bagian atas lobus temporalis Area auditori primer dan Wernicke
    Cingulate Gyrus Di atas corpus callosum Bagian dari sistem limbik (emosi dan motivasi)


    3. Fungsi Hemisfer
    Sub-bagian lobus serebrum berguna karena sangat mendekati divisi fungsinya (lihat Gambar)

    a. Dominansi
    Pada umumnya, masing-masing hemisfer serebrum berlaku untuk sisi kontralateral tubuh. Biasanya, satu hemisfer serebrum (yang kiri pada 98% dari semua individu) adalah “dominan”. Namun demikian, beberapa fungsi yang lebih tinggi diproyeksikan menuju salah satu hemisfer dengan cara yang dapat diprediksi.
    (1) Pada kebanyakan individu, hemisfer kiri berkaitan dengan bicara, berhitung, dan berpikir analitik serta interpretasi bicara, stereognosis, dan fungsi motorik sisi kanan.
    (2) Pada kebanyakan individu, hemisfer kanan merupakan tempat fungsi bukan-verbal, ruang, waktu, dan sintetik, pengertian seni dan musik, dan fungsi motorik sisi kiri. Lesi yang memengaruhi hemisfer kanan dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran ruang penglihatan, sehingga paralisis sisi kiri tersebut diperparah oleh kecenderungan untuk mengabaikan bagian yang lumpuh.
    b. Area korteks primer
    Adalah daerah yang paling langsung terkait fungsi khusus. Biasanya daerah ini berdekatan dengan sulkus utama. Pada beberapa area korteks (terutama girus pre-sentral dan post-sentral), neuronnya tersusun secara somatotopik. Daerah tubuh mungkin dipetakan menjadi titik yang sesuai pada permukaan korteks

    c. Area korteks sekunder (asosiasi)
    Adalah daerah di dekat area primer dan berkaitan dengan tingkat organisasi dan integrasi yang lebih tinggi. Sesungguhnya, area fungsional jauh lebih menyebar daripada daerah yang ditetapkan pada uraian klasik dan saling tumpang tindih.

    4. Fungsi Lobus

    a. Lobus frontalis, yang letak di sebelah anterior terhadap sulkus sentral dan fisura lateral, berperan fungsi motorik, bicara, pengertian, dan tingkat perilaku perasaan tertinggi (lihat Gambar 29–1).

    (1) Area motorik primer (girus presentral) lobus frontalis berisi badan sel jalur motorik primer.
    (a) Jalur ini berproyeksi menuruni jalur piramidal menuju neuron motorik bagian bawah sisi kontralateral pada batang otak dan medula spinalis. Secara tidak langsung lintasan ini juga mempengaruhi neuron motorik bagian bawah lewat penerusnya pada batang otak.

    (b) Hubungan dengan nukleus ventralis lateralis dan ventralis anterior talamus membawa pengaruh yang mengatur dari ganglion basal dan serebelum, menuju area motorik ini.

    (c) Area ini memiliki derajat organisasi somatotopik (homunkulus motorik) yang tinggi [lihat Gambar 28–2]. Gangguan pada lokasi spesifik ini berkorelasi dengan kehilangan fungsi yang spesifik (paralisis neuron motorik bagian atas yang spastik) pada tubuh sisi lawan.

    b. Lobus parietalis,
    di antara sulkus sentral dan fisura parieto-oksipital, terlibat dalam pengolahan somatosensorik
    (1) Area sensorik primer (girus post-sentral)
    Masing-masing lobus parietalis menerima sensasi umum dari tubuh sisi kontralateral lewat penerusnya nukleus ventralis posterolateralis dan posteromedialis talamus.
    (2) Area sensorik asosiasi
    Terletak di sebelah posterior terhadap girus post-sentral. Lobus parietalis mengintegrasikan rangsang taktil dan visual untuk menciptakan bentuk dan model yang dipahami atau
    membangkitkan daya ingat.

    c. Lobus oksipitalis
    Terletak di sebelah posterior terhadap sulkus parieto-oksipitalis dan berisi korteks penglihatan
    (1) Area penglihatan primer (korteks striata)
    Terletak pada masing-masing sisi fisura kalkarina lobus oksipitalis.
    (2) Area asosiasi penglihatan (peristriata)
    Masing-masing lobus oksipitalis mengelilingi korteks penglihatan primer pada pita konsentrik.

    d. Lobus temporalis
    Terletak di sebelah inferior terhadap sulkus sentral dan fisura lateral, berperan dalam fungsi motorik, bicara, pengertian, dan tingkat perilaku perasaan tertinggi
    (1) Area motorik primer (girus pre-sentral) Lobus frontalis berisi badan sel jalur motorik primer.
    Jalur ini berproyeksi menuruni jalur piramidal menuju neuron motorik bagian bawah sisi kontralateral pada batang otak dan medula spinalis. Secara tidak langsung, lintasan ini juga memengaruhi neuron motorik bagian bawah lewat penerusnya pada batang otak.
    (2) Bagaimanapun juga, area motorik tambahan pada permukaan medial lobus frontalis (girus prefrontal) terlibat dalam integrasi gerak yang disadari. Ujung inferior area motorik tambahan sisi kiri merupakan area bicara (area Broca). Gangguan pada area ini menyebabkan ketidakmampuan berkata apa yang dipikirkan (afasia motorik).


    e. Lobus sentralis (insula)
    Terletak pada dasar fisura lateral dan agaknya terlibat pada sistem saraf otonom

    f. Lobus limbik
    Terletak di sebelah dalam pada fisura sagital (girus singuli dan girus angular) dan dikaitkan dengan penghidu, regulasi alat dalam, emosi sederhana, dan aktivitas perilaku

    Tabel Lobus Otak:

    Lobus Lokasi Anatomi Fungsi Utama
    Lobus Frontalis Di depan sulcus sentralis Kontrol motorik sadar, perencanaan gerakan, fungsi eksekutif (berpikir, keputusan), dan area Broca (produksi bahasa).
    Lobus Parietalis Di belakang sulcus sentralis Persepsi sensorik somatik (sentuhan, tekanan, suhu), integrasi spasial dan persepsi tubuh.
    Lobus Temporalis Di bawah fissura lateralis Pendengaran, memori jangka panjang, dan area Wernicke (pemahaman bahasa).
    Lobus Oksipitalis Bagian posterior otak Pusat penglihatan primer dan interpretasi visual (area Brodmann 17–19).
    Lobus Insularis (Insula) Tersembunyi di dalam fissura lateralis Persepsi viseral, rasa, emosi, dan kesadaran diri.

    5. Proyeksi Korteks Serebrum
    a. Serabut komisural melintas antar hemisfer di atas talamus, sebagai corpus callosum
    (1) Korpus kalosum berisi lebih dari 10⁶ akson yang menyilang. Hubungan ini penting, sebab hemisfer memiliki kemampuan berbeda.
    (2) Pemotongan korpus kalosum mengakibatkan individu otak terpisah, yang pada penderita ini, informasi untuk asosiasi yang khusus tidak dapat diteruskan ke sisi kontralateral (misalnya, benda yang umum diletakkan pada tangan yang satu tidak dapat dikenali atau dicocokkan dengan benda serupa pada tangan yang lain).
    b. Area motorik primer berproyeksi lewat jalur kortikobulbar menuju neuron motorik bagian bawah pada inti batang otak dan lewat jalur piramidal menuju neuron motorik bagian bawah pada substansia grisea medula spinalis.

    Area Brodmann (Peta Fungsional Korteks Otak)

    Area Brodmann Lokasi Fungsi
    Area 4 Gyrus precentralis (lobus frontalis) Area motorik primer
    Area 6 Anterior area 4 Area premotorik dan motorik suplementer
    Area 8 Bagian frontal atas Pusat gerakan mata
    Area 17 Lobus oksipitalis Area visual primer
    Area 41–42 Lobus temporalis Area auditori primer
    Area 44–45 Gyrus frontal inferior kiri Area Broca (produksi bahasa)
    Area 22 Gyrus temporalis superior posterior Area Wernicke (pemahaman bahasa)
    Area 1–3 Gyrus postcentralis Area sensorik primer (sentuhan, tekanan, suhu)

B. Ganglion Basal

  1. Struktur
    Nukleus yang besar ini terletak di dalam basis hemisfer serebrum (lihat Gambar 29–3). Ganglion basal terdiri atas nukleus kaudatus, nukleus lentikular (yang berisi putamen dan globus pallidus), nukleus subtalamik, dan substansia nigra
  2. Proyeksi
    Banyak area korteks serebrum berproyeksi menuju ganglion basal. Keluaran dari ganglion basal terutama menuju talamus; dari sini, lewat sirkuit umpan balik, berproyeksi menuju area motorik korteks serebrum.
  3. Fungsi
    Agaknya fungsi ganglion basal terlibat dalam pengaturan keluaran motorik korteks, yakni memperhalus aksi yang disadari.
  4. Disfungsi
    Disfungsi ganglion basal mengakibatkan pelepasan diskinesia, seperti tremor, korea, balismus, dan atetosis.
    a. Area motorik primer serebrum berproyeksi lewat kapsula interna (antara nukleus kaudatus dan talamus, di sebelah medial, dan nukleus lentikular di sebelah lateral) sebelum melintasi pedunkulus serebrum.
    b. Lesi kecil di sini, yang disebabkan oleh trombosis atau perdarahan arteri striata, memiliki efek yang menghancurkan (stroke).

C. Diensefalon
Bagian paling rostral batang otak ini terutama terdiri atas daerah talamus dengan epitalamus yang kecil, subtalamik, dan hipotalamus

  1. Thalamus
    Dengan lebih dari 25 inti yang terpisah, talamus berperan sebagai sebuah stasiun sinaptik penerus yang utama.
    a. Semua aferen jenis penginderaan (kecuali penghidu) bersinaps di talamus pada jalurnya menuju area sensorik korteks serebrum.
    b. Keluaran dari ganglion basal berproyeksi menuju talamus sebelum diteruskan menuju korteks motorik.
    c. Nukleus yang besar dan kompleks di sini terkait dengan pengaturan sederhana sensasi alam bawah sadar dan tingkat siaga yang tidak jelas, termasuk tidur dan tingkat kesadaran. Irama yang dibentuk oleh inti talamus tertentu membentuk kontribusi utama dalam elektroensefalogram
    2. Subtalamus
    Berisi nukleus subtalamik dan substansia nigra, termasuk ganglion basal.
    a. Kerusakan nukleus subtalamik mengakibatkan balismus.
    b. Produksi dopamin yang berkurang pada substansia nigra mengakibatkan paralisis agitan (penyakit Parkinson), yang ditandai oleh kekakuan, tremor pada saat istirahat, dan kesukaran memulai atau menghentikan gerakan.
    3. Hipotalamus

    Yang terletak di bawah talamus, memiliki dua jalur utama; melalui keduanya jalur ini diteruskan pengaruh keluaran hipotalamus.

    a. Hipotalamus mengatur aktivitas viseral, seperti regulasi panas, napsu makan, haus, rangsang seksual, dan emosi, melalui mekanisme neural yang dihantarkan oleh sistem saraf otonom.
    b. Juga, hipotalamus menyesuaikan dan meregulasi pelepasan hormon dari kelenjar pituitari (hipofisis), yang digantung oleh infundibulum yang tipis.

    (1) Neurohipofisis, yakni bagian posterior kelenjar pituitari, adalah perlusaan hipotalamus dan melepaskan hormon antidiuretik (vasopresin) dan faktor pengeluaran susu ibu (oksitosin) ke dalam aliran darah.
    (2) Adenohipofisis, yakni bagian anteriornya, merupakan turunan faring (kantong Rathke).