Pre Test
Introduction
Nervous System and Brain Anatomy
Cranial Nerves and Special Senses

Ear and Vestibular System Material

Haii gais selamat yaa kalian udah selesai di bagian Mata, dan sekarang kita akan membahas sistem penginderaan pendengaran dan keseimbangan yaitu telinga
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
– Menjelaskan struktur anatomi telinga luar, tengah, dan dalam.
– Menjelaskan mekanisme pendengaran dari getaran suara hingga interpretasi di otak.
– Mengidentifikasi vaskularisasi dan inervasi utama sistem pendengaran.

Sistem pendengaran berfungsi untuk menerima gelombang suara dari lingkungan, mengubahnya menjadi impuls saraf, dan meneruskannya ke otak untuk diinterpretasikan sebagai suara.
Selain pendengaran, sistem ini juga berperan penting dalam keseimbangan tubuh, karena struktur telinga dalam berhubungan dengan sistem vestibular

Perkembangan Aurikula (Daun Telinga / External Ear Development)

Aurikula merupakan bagian dari telinga luar (auris externa) yang tidak termasuk dalam struktur kepala bagian dalam, dan berfungsi untuk menangkap gelombang suara dari lingkungan.

Minggu ke-6 (6 weeks)
– Pada tahap ini, muncul enam tonjolan kecil yang disebut auricular hillocks (tonjolan aurikularis).
– Tonjolan ini berkembang di sekitar first pharyngeal groove (lekukan faring pertama), yaitu celah antara lengkung faring pertama dan kedua (first and second pharyngeal arches).
– Tiga tonjolan muncul dari lengkung faring pertama, dan tiga lainnya dari lengkung faring kedua.
– Tonjolan-tonjolan ini nantinya akan bergabung membentuk struktur telinga luar seperti helix, antihelix, tragus, antitragus, dan lobulus aurikula.

Minggu ke-8 (8 weeks)
– Tonjolan-tonjolan tersebut mulai tumbuh dan saling menyatu, membentuk cikal bakal daun telinga.
– Posisi aurikula pada tahap ini masih lebih inferior (lebih rendah), terletak di bagian lateral bawah kepala, mendekati daerah leher.

Minggu ke-10 (10 weeks)
– Aurikula mulai membentuk kontur khas telinga manusia, meskipun ukurannya masih kecil.
– Struktur dasar seperti lekukan helix dan lobulus sudah mulai tampak.
– Posisi telinga mulai bergerak ke arah lateral kepala seiring pertumbuhan rahang bawah (mandibula).

Minggu ke-32 (32 weeks / akhir trimester ketiga)
– Posisi aurikula sudah berpindah ke sisi kepala bagian atas, dari awalnya di leher atas (superior neck region) ke posisi normal di samping kepala (lateral cranial region).
– Perpindahan posisi ini terjadi karena pertumbuhan mandibula dan wajah, bukan karena migrasi aktif aurikula.
– Pada tahap ini, bentuk telinga luar hampir menyerupai bentuk dewasa dan siap berfungsi setelah lahir.

Perkembangan aurikula adalah hasil interaksi antara lengkung faring pertama (mandibular arch) dan lengkung faring kedua (hyoid arch).

Anatomi Telinga:


Telinga memiliki tiga bagian:

Bagian pertama adalah auris externa terdiri dari bagian yang melekat pada aspectus lateralis regio capitis dan saluran yang berada di dalamnya.
Bagian kedua adalah auris media — sebuah ruangan dalam pars petrosa tulang temporale yang dibatasi di lateral, dan dipisahkan dari saluran luar oleh suatu membrana dan di sebelah dalam dihubungkan dengan pharynx oleh sebuah pipa sempit.
Bagian ketiga adalah auris interna yang terdiri dari serangkaian ruangan dalam pars petrosa tulang temporale, terletak antara auris media di lateral dan meatus acusticus internus di medial.

 

() Auris Eksterna
Auris externa terdiri dari dua bagian . Bagian yang berproyeksi dari sisi regio capitis adalah auricula (pinna) dan saluran yang mengarah ke dalam adalah meatus acusticus externus.

1. Auricula

 

Auricula berada di sisi regio capitis dan membantu menangkap suara. Auricula terdiri dari tulang rawan yang tertutup oleh kulit dan tersusun dalam satu bentuk banyak elevasi/peninggian dan depresi/cekungan
Tepi luar yang besar pada auricula adalah helix. Helix berakhir di inferior pada lobulus auriculae yang lunak, merupakan satu-satunya bagian auricula yang tidak ditopang oleh tulang rawan.
Cekungan di tengah auricula adalah concha auriculae. Meatus acusticus externus keluar dari kedalaman daerah tersebut.
Tepat di anterior dari liang meatus acusticus externus, di depan concha auriculae, terdapat elevasi/peninggian tragus. Berlawanan dengan tragus, dan di atas lobulus auriculae yang lunak, terdapat peninggian lain (antitragus). Tepi melingkar yang lebih kecil, pararel dan anterior helix, adalah autihelix.

> Musculi
Sejumlah musculus intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan auricula:
– Musculi intrinsik berjalan di antara cartilago auriculae dan dapat mengubah bentuk auricula.
– Musculi ekstrinsik, yaitu musculi auriculares anterior, superior, dan posterior, berjalan dari scalp atau cranium ke auricula dan dapat juga berperan dalam memposisikan auricula.
Kedua kelompok musculus tersebut dipersarafi oleh nervus facialis [VII].

> Persarafan

Persarafan sensorium auricula berasal dari beberapa sumber
– Permukaan luar auricula yang lebih superfisial dipersarafi oleh nervus auricularis magnus (bagian anterior dan posterior inferior) dan nervus occipitalis minor (bagian posterior superior) dari plexus cervicalis dan ramus auriculotemporalis nervus mandibularis [V₃] (bagian anterior superior).
– Bagian auricula yang lebih dalam dipersarafi oleh nervus vagus [X] (cabang auricularis) dan nervus facialis [VII] (yang mengirim cabang ke ramus auricularis nervus vagus [X]).

Pembuluh-pembuluh darah
Suplai arteri untuk auricula berasal dari beberapa sumber. Arteria carotis externa menyuplai arteri auricularis posterior. Arteria temporalis superficialis menyuplai cabang-cabang auricularis anterior, dan arteri occipitalis menyuplai satu cabang.
Drainase vena melalui pembuluh-pembuluh darah yang mengikuti arteri.
Drainase lymphatici auricula berjalan ke anterior menuju nodi lymphatici parotidei dan ke posterior menuju nodi lymphatici mastoidei, dan dapat menuju ke nodi lymphatici cervicales profundii superior.

2. Meatus acusticus externus

Meatus acusticus externus terbentang dari bagian terdalam concha auriculae sampai membrana tympani (gendang telinga). berjarak kurang kebih 1 inci (2.5 cm) . Dindingnya terdiri dari tulang rawan dan tulang. Sepertiga lateralnya dibentuk oleh perluasan tulang rawan dari sejumlah tulang rawan auricula dan 2/3 bagian mediatnya merupakan saluran tulang pada tulang temporale.

Seluruh panjang meatus acusticus externus tertutup oleh kulit, yang di beberapa bagian terdapat rambut dan glandula sudorifera yang mengalami modifikasi dan memproduksi cerumen (kotoran telinga). Diameternya bervariasi. lebih lebar di lateral dan menyempit di medial.
Meatus acusticus externus tidak berjalan lurus. Dari liang luar struktur ini berjalan ke atas dengan arah anterior, kemudian membelok sedikit ke posierior__masih berjalan ke atas—dan akhirnya membelok lagi ke arah anterior dan sedikit turun.
> Persarafan
Persarafan sensorium dari meatus acusticus externus berasal dari beberapa nervus cranialis. Masukan sensorium utama berjalan melalui rami nervus auricuiotemporalis, sebuah cabang nervus mandibularis [V3] (dinding anterior dan superior), dan ramus auricularis nervus vagus [X] (dinding posterior dan inferior). Masukan sensorium kecil dapat juga berasal dari cabang nervus facialis [VII] ke ramus auricularis nervus vagus [X].

3. Membrana tympani

Membrana tympani memisahkan rneatus acusticus externus dari auris media (Gambar 8.96. 8.97). Membrana ini berada pada sudut, miring ke medial dari atas ke bawah dan dari posterior ke anterior. Oleh karena itu. permukaan lateralnya menghadap ke inferior dan anterior. Struktur ini terdiri dari jaringan ikat di tengah yang dilapisi oleh kulit di luar dan membran mukosa di dalam.

Di sekeliling tepi membrana tympani terdapat annulus fibrocartilagineus yang melekatkan membrana tympani ini pada pars tympanica tulang temporale. Pada tengahnya, terdapat cekungan yang disebabkan oleh perlekatan ujung bawah manubrium mallei, bagian tulang malleus dalam auris media, pada permukaan dalamnya. Titik perlekatan ini disebut umbo membranae tympani.

Anteroinferior dari umbo rnembranae tympani terdapat refleksi cahaya terang, disebut sebagai kerucut cahaya, biasanya dapat dilihat ketika pemeriksaan membrana tympani dengan otoskop

Superior dari umbo ke arah anterior ada perlekatan sisa manubrium mallei (Gambar 8.97), Pada perluasan paling superior dari garis perlekatan tersebut. terdapat penonjolan kecil pada membrana yang menandai letak processus lateralis malleus ketika berproyeksi pada permukaan internal membrana tympani. Meluas menjauhi penonjolan tersebut, pada permukaan dalam membrana, terdapat plica mallearis anterior dan posterior. Superior dari plicae tersebut terdapat bagian membrana tympani yang tipis dan kendor (pars filaccida). dan bagian membrana lain yang tebal dan tegang (pars tensa).

> Persarafan
Persarafan permukaan luar dan dalam membrana tympani berasal dari beberapa nervus cranialis:

Persarafan sensorium kulit pada permukaan luar membrana tympani terutama oleh nervus auriculotemporalis, sebuah cabang nervus mandibularis [V3] dengan partisipasi tambahan dari ramus auricularis nervus vagus [X], kontribusi kecil oleh sebuah cabang nervus facialis [VII] ke ramus auricularis nervus vagus [X].dan kemungkinan juga dari nervus glossopharyngeus [IX].
> Persarafan sensorium membrana mukosa pada permukaan dalam membrana tympani dibawa seluruhnya oleh nervus glossopharyngeus [IX]

() Auris media 

Auris media berisi udara, merupakan ruangan yang dilapisi membrana mukosa di dalam tulang temporale. antara membrana tympani di lateral dan dinding lateral auris interna di medial. Struktur ini terdiri dari dua bagian:

n cavitas tympanica tepat bersebelahan dengan
membrana tympani;
n recessus epitympanicus di superior.
Auris media berhubungan dengan daerah mastoid di posterior (melalui aditus ke antrum mastoideum) dan nasopharinx di anterior (melalui tuba pharyngotympanica/tuba auditiva) (Gambar 8.98). Fungsi dasarnya untuk mengirimkan getaran membrana tympani melalui cavitas auris media menuju auris interna. Getaran ini dapat mencapai auris interna melalui tiga tulang yang saling berhubungan namun dapat bergerak, yang menjembatani ruangan antara membrana tympani dan auris interna. Tulang-tulang ini adalah malleus (berhubungan dengan membrana tympani), incus (berhubungan dengan malleus melalui sendi synovialis). dan
stapes (berhubungan dengan incus melalui sendi synovialls, dan melekat pada dinding lateral auris interna pada fenestra vestibuli).

1. Tuba pharyngotympanica/tuba auditiva
Tubae pharyngotympanica/tuba auditiva menghubungkan auris media dengan nasopharinx (Gambar 8.101) dan menyamakan tekanan di kedua sisi membrana tympani. Lubangnya dalam auris media berada pada dinding anterior, dan dari sini meluas ke depan. medial, dan ke bawah memasuki nasopharinx. tepat di posterior dari meatus inferior cavitas nasi. Struktur ini terdiri dari:
– n pars osseae tubae auditivae/bagian tuIang (1/3) bagian yang dekat dengan auris media),dan
– n pars cartillaginea tubae auditivae/bagian tulang rawan (2/3 sisanya).
2. Ossiculae auditus
Tulang-tulang auris media terdiri dari malleus. incus. dan stapes. TuIang-tulang ini membentuk sebuah rantai tulang yang menyeberangi auris media, dari membrana tympani ke fenestra vestibuli auris interna
Malleus
Malleus merupakan ossiculae auditus yang terbesar dan melekat pada membrana tympani.
Bagian-bagian yang dapat diidentifikasi termauk caput mallei, collum mallei, processus anterior dan lateralis, dan manubrium mallei. Caput mallei merupakan bagian atas yang bulat dari malleus dalam recessus epitympanicus. Permukaan posteriornya bersendi dengan incus.
Inferior dari caput mallei terdapat collum mallei yang menyempit, dan di bawah daerah ini terdapat processus anterior dan lateralis:
n Processus anterior melekat pada dinding anterior auris media oleh sebuah ligamentum
n Processus lateralis melekat pada plicae mallearis anterior posterior membrana tympani.
Perpanjangan ke bawah malleus, di bawah processus anterior dan laterala ada manubrium mallei. yang melekat pada membrana tympani.

Incus
Tulang kedua yang terdapat dalam serial ossiculae auditus adalah incus. Tulang ini terdiri dari corpus incudis dan crus longum dan
crus breve (Gambar 8.102):
n Corpus incudis yang membesar bersendi dengan caput mallei dan berada dalam recessus epitympanicus.
n Crus longum meluas ke bawah dari corpus. paralel dengan manubrium mallei, dan berakhir dengan lengkungan ke medial untuk bersendi dengan stapes.
n Crus breve meluas ke posterior dan dilekatkan oleh suatu ligamentum ke dinding posterior atas auris media

Stapes
Stapes merupakan tulang yang terletak paling medial pada rangkaian ossiculae auditus dan melekat ke fenestra vestibuli. Tulang ini terdiri dari caput stapedis, crus anterior dan pusterior, dan basis stapedis (Gambar 8.102).
n Caput stapedis mengarah ke lateral dan bersendi dengan crus longum incudis.
n Kedua crus saling berpisah dan melekat pada basis stapedis yang berbentuk oval.
n Basis stapedis menutup fenestra vestibuli pada paries labyrinthicus/dinding medial auris media.

() Auris Interna
Auris interna terdiri dari serangkaian cavitas tulang (labyrinthus osseus) dan ductus dan saccus membranaceus (labyrinthus membranaceus) di dalam cavitas tersebut. Semua struktur tersebut berada dalam pars petrosa

1. Labyrinthus osseus 


– Canalis semicirculares
Berproyeksi ke jurusan posterosuperior dari vestibulum adalah canalis semicirculares anterior, posterior, dan lateralis (Gambar 8.108). Setiap canalis membentuk 2/ 3 lingkaran yang pada kedua ujungnya berhubungan dengan vestibulum dan dengan salah satu ujungnya melebar membentuk ampulla. Canalis-canalis ini terarah sedemikian rupa sehingga setiap canalis berada pada sudut tegak lurus terhadap kedua canalis lainnya.
– Cochlea

Berproyeksi ke jurusan anterior dari vestibulum adalah cochlea. yang merupakan struktur tulang yang membelit sebanyak 2-3 kali mengelilingi columna centralis tulang (modiolus). Susunan ini menghasilkan struktur berbentuk konus/kerucut dengan basis cochleae yang menghadap ke arah posteromedial dan apex yang menghadap ke anterolateral (Gambar 8.109)

2. Labyrinthus membranaceus

Labyrinthus membranaceus merupakan sistem berkelanjutan dari ductus dan saccus di dalam labyrinthus osseus. Struktur ini diisi oleh endolympha dan
dipisahkan dari periosteum yang menutupi dinding labyrinthus osseus oleh perilympha (Gambar 8.110).
Terdiri dari dua saccus (utriculus dan sacculus) dan empat ductus (tiga ductus semicircularis dan ductus cochlearis), labyrinthus membranaceus mempunyai fungsi yang unik yang berkaitan dengan dan pendengaran (Gambar 8.110):
> Utriculus, sacculus, dan tiga ductus semicircularis merupakan bagian dari apparatus vestibularis (yakni, organ-organ keseimbangan).
> Ductus cochlearis merupakan organ pendengaran.
Organisasi umum bagian-bagian labyrinthus membranaceus
(Gambar 8.110) Menempatkan:
> ductus cochlearis di dalam cochlea labyrinthus osseus, di anterior
> tiga ductus semicircularis di dalam canalis semicircularis labyrinthus osseus. di posterior: dan
> sacculus dan utriculus di dalam vestibulum labyrinthus osseus, di tengah


Fisiologi Pendengaran
– Gelombang suara → ditangkap aurikula → masuk ke meatus akustikus eksternus.
– Menggetarkan membran timpani.
– Getaran → diteruskan oleh ossicles (malleus → incus → stapes).
– Stapes menekan jendela oval → menimbulkan gelombang cairan dalam koklea.
– Gelombang cairan menggerakkan membran basilar dan menstimulasi sel rambut pada organ Corti.
– Sel rambut mengubah getaran mekanik menjadi impuls listrik.
– Impuls dihantarkan melalui nervus koklearis (bagian dari CN VIII) ke otak untuk diinterpretasikan sebagai suara.

Nervus Vestibulocochlearis (VIII)
– Nervus Vestibularis, yang membawa impuls keseimbangan dan orientasi ruang tiga dimensi dari apparatus vertibular
– Nervus Cochlearis, yang membawa impuls pendengaran yang berasal dari organon corti di dalam cochlea. Apparatus vestibular dan organon corti terletak didalam pars petrosa os temporalis.

 


– Nervus Vestibulocochlearis memasuki batang otak tepat dibelakang nervus facialis (VII) pada suatu daerah berbentuk segitiga yang dibatasi oleh pons, flocculus dan medulla oblongata, keduanya kemudian terpisah dan mempunyai hubungan ke pusat yang berbeda.
– Nervus Vestibularis dan Cochlearis biasanya bersatu yang kemudian memasuki meatus acustikus internus, disebelah bawah akar motorik nervus VII



Gangguan Klinis Terkait

Gangguan Penjelasan Singkat
Otitis media Infeksi telinga tengah, sering pada anak-anak.
Tuli konduktif Gangguan penghantaran suara (misalnya karena sumbatan atau kerusakan ossicles).
Tuli sensorineural Kerusakan sel rambut di organ Corti atau saraf koklearis.
Vertigo Gangguan sistem vestibular yang menyebabkan sensasi berputar.
Tinnitus Persepsi bunyi berdenging tanpa sumber suara eksternal.

 Selamatt sudah selesai baca nyaa, kita lanjut quiz dulu yaa!!