Pre Test
Introduction
Nervous System and Brain Anatomy
Cranial Nerves and Special Senses

Eyes and Visual Pathways Material

Haii gais selamat yaa kalian udah selesai di bagian sistem saraf dan otak, dan sekarang kita akan membahas sistem penginderaan, pada sesi pertama kita akan membahas mata
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
– Menjelaskan anatomi mata serta struktur penunjangnya.
– Menjelaskan fungsi utama tiap komponen mata dalam proses penglihatan.
– Menguraikan pola vaskularisasi dan sistem aliran darah bola mata.
– Menjelaskan jalur inervasi sensorik dan motorik yang mengatur fungsi penglihatan dan pergerakan bola mata.

Sistem penglihatan merupakan bagian dari sistem sensorik yang berfungsi mendeteksi rangsangan cahaya (fotoreseptif), mengubahnya menjadi impuls listrik melalui retina, dan meneruskannya ke otak untuk diinterpretasi sebagai penglihatan.
Organ utama sistem ini adalah bola mata (bulbus oculi) beserta struktur penunjangnya seperti kelopak mata, konjungtiva, kelenjar lakrimal, otot ekstraokular, dan saraf optik

Embrioanatomi Mata
Perkembangan awal mata terjadi melalui serangkaian sinyal induktif. Mata berasal dari empat sumber utama embriologis, yaitu:
Neuroektoderm otak depan (forebrain)
→ berdiferensiasi menjadi retina, lapisan posterior iris, dan saraf optikus (n. opticus).
Ektoderm permukaan kepala
→ membentuk lensa mata dan epitel kornea.
Mesoderm yang berada di antara kedua lapisan tersebut
→ membentuk lapisan fibrosa dan vaskular bola mata (termasuk jaringan mesenkim).
Sel krista saraf (neural crest cells)
→ berdiferensiasi menjadi koroid, sklera, dan endotel kornea.

Anatomi Kelopak Mata / Palpebra dan Konjungtiva


Palpebra
Fungsi:
– Melindungi bola mata
– Sekresi kelenjar
Struktur pada palpebra:
– Kelenjar
– Otot
– Tarsus
– Septum orbita
– A. palpebra
– Cabang N. V
Konjungtiva
membran yg menutupi sklera dan kelopak belakang
Bagian:
– Konjungtiva tarsal
– Konjungtiva bulbi
– Konjungtiva fornises

 

Anatomi Bola Mata:
Bola mata terdiri dari tiga lapisan utama:

Lapisan Komponen Fungsi
Tunica fibrosa (lapisan luar) Sklera & Kornea Sklera: jaringan fibrosa putih keras, melindungi bola mata dan menjadi tempat perlekatan otot ekstraokular. – Kornea: jaringan bening avaskular di bagian anterior mata yang berfungsi sebagai media refraksi utama cahaya.
Tunica vasculosa (uvea / lapisan tengah) Koroid, Badan siliaris, dan Iris Koroid: kaya pembuluh darah, memberi nutrisi ke retina. – Badan siliaris: mengandung otot siliaris dan prosesus siliaris yang menghasilkan cairan aqueous humor serta mengatur akomodasi lensa. – Iris: mengatur besar kecilnya pupil melalui otot sfingter dan dilatator pupil.
Tunica interna (lapisan dalam) Retina – Mengandung fotoreseptor (sel batang dan kerucut) yang mendeteksi intensitas dan warna cahaya.- Bagian posterior retina membentuk makula lutea dan fovea centralis sebagai area penglihatan paling tajam.

Struktur Tambahan Mata:

1. Lensa (Lens crystallina)
– Struktur transparan bikonveks di belakang pupil.
– Dipegang oleh zonula Zinn (serabut suspensori) yang menempel pada badan siliaris.
– Mengubah bentuk untuk menyesuaikan fokus cahaya (akomodasi).
2. Humor Aqueous & Vitreous
– Aqueous humor: cairan bening di ruang anterior dan posterior mata, diproduksi oleh badan siliaris, berfungsi mempertahankan tekanan intraokular dan memberi nutrisi ke kornea dan lensa.
– Vitreous humor: substansi gelatinous yang mengisi 2/3 posterior bola mata, menjaga bentuk bola mata dan posisi retina.


Otot-otot Mata:

1) Orbita
– M. Orbicularis Occuli
– M. Levator palpebra
– M. Tarsus superior

2.) Ekstraocular

Mm. recti: superior, inferior, medial, lateral
Mm. obliquus: superior, inferior

3) Occular
– Corpus ciliaris

Tarsus dan levator palpebrae superioris
– Struktur yang memberikan penopang utama pada setiap kelopak mata adalah tarsus, yang terbagi menjadi tarsus superior dan inferior.
– Levator palpebrae superioris (LPS) berfungsi mengangkat kelopak mata atas, dan diinervasi oleh nervus okulomotorius (saraf kranialis III).
– Bersama dengan otot levator palpebrae superioris, terdapat kumpulan serabut otot polos yang berasal dari permukaan inferior levator dan menuju ke tepi atas tarsus superior, disebut otot tarsal superior (superior tarsal muscle).

Gangguan fungsi pada otot levator palpebrae superioris atau otot tarsal superior akan menyebabkan ptosis, yaitu turunnya kelopak mata atas (kelopak mata tampak menggantung atau tidak dapat terbuka sepenuhnya).


Pembuluh-pembuluh darah Mata:

>> Arteri:
-) Suplai utama berasal dari A. ophthalmica, cabang dari A. carotis interna.
-) Cabang penting:
– A. centralis retinae → memasok retina bagian dalam.
– A. ciliaris posterior longus & brevis → menyuplai koroid dan badan siliaris.
– A. lacrimalis → menyuplai kelenjar air mata.
– A. supraorbital & supratrochlear → bagian atas orbita dan kelopak.

>> Vena
– V. ophthalmica superior & inferior → bermuara ke sinus kavernosus.
– Drainase retina melalui V. centralis retinae. Gangguan pada aliran ini dapat menyebabkan oklusi vena retina, yang berpotensi menimbulkan kehilangan penglihatan mendadak.

Inervasi (Persarafan Mata dan Sekitarnya)

() Saraf sensorik seluruhnya merupakan cabang dari nervus trigeminus (saraf kranialis V), yaitu:
– Cabang supraorbital, supratrochlear, infratrochlear, dan lakrimal dari nervus oftalmikus (V1), serta
– Cabang infraorbital dari nervus maksilaris (V2).

() Inervasi motorik berasal dari:
– Nervus fasialis (VII), yang mempersarafi bagian palpebra dari otot orbikularis okuli (menutup kelopak mata).
– Nervus okulomotorius (III), yang mempersarafi otot levator palpebrae superioris (mengangkat kelopak mata atas).
– Serabut saraf simpatik, yang mempersarafi otot tarsal superior (berperan dalam tonus kelopak mata).

Struktur Lapisan Retina (Dari luar ke dalam)

Retina tersusun atas 10 lapisan histologis utama, namun secara fungsional dapat dibagi menjadi tiga komponen utama:
Lapisan fotoreseptor (photoreceptor layer)
() Terdiri dari sel batang (rod cells) dan sel kerucut (cone cells).
– Sel batang (rod): sensitif terhadap cahaya redup, berperan dalam penglihatan malam (scotopic vision).
– Sel kerucut (cone): berfungsi untuk penglihatan warna dan ketajaman visual (photopic vision).
() Lapisan bipolar (bipolar layer)
– Menghubungkan fotoreseptor dengan sel ganglion.
– Berperan dalam integrasi dan transmisi sinyal visual dari fotoreseptor.
() Lapisan ganglion (ganglion cell layer)
– Sel ganglion mengumpulkan sinyal dari sel bipolar dan membentuk saraf optikus (n. opticus / CN II).

Fungsi Retina:
– Mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik (impuls saraf) melalui proses fototransduksi.
– Menganalisis intensitas cahaya, kontras, dan warna.
– Meneruskan informasi visual ke otak untuk diinterpretasikan sebagai penglihatan.

Visual Pathway:

– Cahaya → menembus kornea → pupil → lensa → difokuskan ke retina (fovea centralis).
– Fotoreseptor retina (batang & kerucut) menangkap rangsangan cahaya dan mengubahnya menjadi impuls listrik.
– Impuls diteruskan ke sel bipolarsel ganglionnervus optikus (CN II).
– Kedua nervus optikus bertemu di chiasma optikum (optic chiasm) → sebagian serabut (dari sisi nasal retina) menyilang ke sisi berlawanan.
– Serabut melanjutkan sebagai tractus optikus menuju corpus geniculatum laterale (CGL) di thalamus.
– Dari CGL, impuls dikirim melalui radiasi optik (optic radiation) menuju korteks visual primer (area Brodmann 17) di lobus oksipitalis.

Struktur Fungsi Utama
Retina Mengubah cahaya menjadi impuls listrik
Nervus optikus (CN II) Menyalurkan impuls visual dari retina ke otak
Chiasma optikum Menyilangkan sebagian serabut saraf untuk penglihatan binokular
Tractus optikus Meneruskan sinyal ke thalamus
Corpus geniculatum laterale (Thalamus) Pusat relay visual menuju korteks
Radiasi optik Menyebarkan impuls ke area visual primer
Korteks visual primer (lobus oksipitalis) Menginterpretasi bentuk, warna, gerakan, dan arah visual

– A. centralis retinae (cabang dari a. ophthalmica) → mensuplai lapisan dalam retina.-
– A. ciliaris posterior longus dan brevis → mensuplai lapisan luar retina (khususnya fotoreseptor).
– Vena centralis retinae → aliran balik darah ke vena ophthalmica dan selanjutnya ke sinus kavernosus.