Pre Test
Introduction
Nervous System and Brain Anatomy
Cranial Nerves and Special Senses

Nose and Tongue Material

Haii gais selamat yaa kalian udah selesaii di bagian Telinga dan Organ Keseimbangan, dan sekarang kita akan membahas sistem penginderaan, pada sesi terakhir inii kita akan membahas Hidung dan Lidah
Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:
– Menjelaskan anatomi hidung dan lidah serta struktur penunjangnya.
– Menjelaskan fungsi utama tiap komponen hidung dan lidah
– Menguraikan pola vaskularisasi dan sistem aliran darah serta inervasi hidung dan lidah.

() Anatomi Sistem Olfaktorius (Penciuman)
– Nasus externus

Nasus externus memperluas cavitas nasi menuju ke depan dari regiones faciales/wajah dan memposisikan nares sehingga struktur tersebut mengarah ke bawah (Gambar 8.212). Bentuknya pyramidalis dengan apex di posisi anterior. Sudut atas nasus externus di antara rima orbita kontinyu dengan regio frontalis.

– Sinus paranasales
Terdapat 4 sinus paranasales-sinus ethmoidalis/ cellulae ethmoidales, dan sphenoidalis, maxillaris, dan frontalis. Tiap sinus diberi nama sesuai dengan tulang di mana sinus berada.

– Dinding-dinding, dasar, dan atap
1. Dinding medial 

Dinding medial tiap cavitas nasi adalah septum nasi yang tipis dan dilapisi mucosa, yang berorientasi verticalis di dalam bidang sagittalis median dan memisahkan cavitas nasi dextra dan sinistra satu sama lain.
Septum nasi  terdiri dari:
• cartilago septi nasi di anterior;
• di posterior, terutama vomer dan lamina perpendicularis tulang ethmoidale;
• sedikit kontribusi oleh tulang nasale di mana tulang tersebut bertemu pada garis tengah, dan spina nasalis tulang frontale; dan
• kontribusi dari crista nasalis tulang maxillaris dan tulang palatinum, rostrum sphenoidale, dan crista incisiva maxilla.

2. Dasar 

Dasar tiap cavitas nasi (Gambar 8.216) halus, cekung, dan lebih lebar daripada atapnya. Dasarnya terdiri dari:
jaringan lunak nasus externus, dan permukaan atas processus palatinus maxilla, dan lamina horizontalis tulang palatinum, yang bersama-sama membentuk palatum durum

3. Atap
Atap cavitas nasi sempit dan tertinggi di dalam daerah centralis di mana atapnya dibentuk oleh lamina cribrosa tulang ethmoidale

4. Dinding lateral
Dinding lateral tiap cavitas nasi kompleks dan dibentuk oleh tulang, tulang rawan, dan jaringan lunak. Penyangga tulang untuk dinding lateral  diperoleh dari:
lamina perpendicularis tulang palatinum,
– labyrinthus ethmoidalis dan processus uncinatus,
– lamina medialis processus pterygoidei tulang sphenoidale,
– permukaan medial tulang lacrimale dan maxilla, dan
– concha nasalis inferior

Setiap rongga hidung terdiri dari tiga wilayah utama — yaitu vestibulum nasi, region respiratoria, dan region olfaktoria.
– Vestibulum nasi adalah ruang kecil yang melebar tepat di bagian dalam lubang hidung (naris), dilapisi oleh kulit dan mengandung folikel rambut.
– Region respiratoria merupakan bagian terbesar dari rongga hidung, memiliki suplai neurovaskular yang sangat kaya, dan dilapisi oleh epitel respiratori yang terutama tersusun dari sel bersilia dan sel penghasil mukus.
– Region olfaktoria adalah bagian yang kecil, terletak di puncak (apeks) masing-masing rongga hidung, dilapisi oleh epitel olfaktorius, dan mengandung reseptor penciuman (olfaktorius).

> Vaskularisasi Hidung

Suplai darah ke hidung berasal dari kombinasi arteri eksternal dan internal karotis:

– A. carotis externa → A. sphenopalatina (cabang A. maxillaris)
– A. carotis interna → A. ethmoidalis anterior dan posterior (cabang A. ophthalmica)
– Anastomosis antara keduanya membentuk pleksus Kiesselbach, tempat yang sering mengalami epistaksis (mimisan).
Epistaksis
Pembuluh-pembuluh darah yang menyuplai cavitas nasi membentuk anastomosis yang luas satu sama lain. Hal ini terutama tampak pada regio anterior dinding medial di mana terdapat anastomosis di antara cabang-cabang arteria palatina major, arteria sphenopalatina, arteria labialis superior, dan arteria ethmoidalis anterior, dan di mana pembuluh-pembuluh darah relatif dekat dengan permukaan . Daerah tersebut merupakan tempat utama perdarahan nasus, atau epistaksis.

Drainase vena mengalir ke vena facial, vena ophthalmica, dan pleksus pterigoideus.
Drainase limfatik: ke nodi submandibularis dan retrofaringeal.

> Inervasi Hidung

Nervus ethmoidalis anterior dan nerbus ethmoidalis posterior
Nervus ethmoidalis anterior (Gambar 8.223) berjalan dengan arteria ethmoidalis anterior dan keluar dari orbita melalui sebuah saluran di antara labyrinthus ethmoidalis dan tulang frontale. Nervus tersebut berjalan melalui dan menyuplai cellulae ethmoidales yang berdekatan dan sinus frontalis, dan kemudian memasuki cavitas cranii tepat di lateral dan superior dari lamina cribrosa.

 

Bagian Saraf yang Memperasarafi Fungsi
Sensorik umum N. trigeminus (V): cabang N. ophthalmicus (V1) & N. maxillaris (V2) Sensasi sentuhan, suhu, nyeri
Olfaktorius (khusus) N. olfactorius (I) Deteksi bau
Otonom Cabang dari ganglion pterigopalatinum (simpatis & parasimpatis) Mengatur sekresi mukosa hidung

 

() Anatomi Sistem lingua (Penciuman)

 

Lingua merupakan sebuah struktur musculare yang membentuk bagian dasar cavitas oris dan bagian dinding anterior oropharynx. Bagian anteriornya (pars presulcalis) berada dalam cavitas oris dan berbentuk seperti segitiga dengan apex tumpul yang disebut apex linguae. Apexnya mengarah ke anterior dan berada tepat di belakang dentes incisivi. radix linguae melekat pada tuthyreoglossusla dan hyoideum.
Lidah terbagi menjadi dua bagian besar:
– Dua pertiga anterior (pars presulcalis) – terletak di rongga mulut, mengandung banyak papila pengecap.
– Sepertiga posterior (pars postsulcalis) – membentuk bagian depan faring dan mengandung tonsil lingual.
Pars presulcalis dan postsulcalis dorsum linguae dipisahkan oleh bentuk V dari sulcus teminalis. Sulcus terminalis tersebut membentuk margo inferior isthmus faucium di antara cavitas oris dan cavitas pharyngis. Pada apex sulcus yang berbentuk V terdapat sebuah cekungan kecil (foramen caecum linguae), yang menandai tempat pada saat embryo di mana epithelium menginvaginasi untuk membentuk glandula thyroidea. Pada beberapa orang sebuah ductus thyreoglossus tetap ada dan menghubungkan foramen caecum linguae dengan glandula thyroidea pada regio cervicalis.

> Papillae linguales
Dorsum linguae/facies superior atau pars oralis lingua tertutup oleh ratusan papillae linguales:
n Papillae filiformes merupakan proyeksi-proyeksi kecil mucosa berbentuk kerucut yang berakhir dalam satu atau lebih titik-titik.
Papillae fungiformes berbentuk lebih bulat dan lebih besar dari pada papillae filiformes, dan cenderung terkonsentrasi di sepanjang margo linguae.
Papillae terbesar adalah papillae vallatae, yang merupakan papillae silindris dengan ujung tumpul yang menginvaginasi permukaan lingua hanya ada sekitar 8-12 papillae vallatae dalam sebuah garis berbentuk V tepat di anterior dari sulcus terminalis lingua.
Papillae foliatae merupakan lipatan-lipatan mucosa segaris pada sisi-sisi lingua di dekat sulcus terminalis lingua

Jenis Papila Lokasi Ciri Anatomi Fungsi
Papila filiformis Menutupi sebagian besar dorsum lidah Bentuk kerucut, tidak memiliki kuncup pengecap Memberi tekstur dan membantu manipulasi makanan
Papila fungiformis Tersebar di antara papila filiformis, terutama di ujung lidah Bentuk seperti jamur, merah muda Mengandung sedikit kuncup pengecap
Papila circumvallata (vallata) Berderet membentuk huruf V di bagian belakang lidah Ukuran besar, dikelilingi parit Mengandung banyak kuncup pengecap dan kelenjar serosa von Ebner
Papila foliata Di tepi lateral posterior lidah Lipatan vertikal Mengandung kuncup pengecap, lebih aktif pada anak-anak

 

> Jalur Saraf Pengecap
Informasi gustatori dihantarkan oleh:N. facialis (VII) → rasa dari dua pertiga anterior lidah (via chorda tympani)
– N. glossopharyngeus (IX) → rasa dari sepertiga posterior lidah
– N. vagus (X) → rasa dari epiglotis dan palatum laringeal
– Semua serabut ini berakhir di nucleus tractus solitarius (NTS) di medulla oblongata, kemudian diteruskan ke thalamus dan akhirnya ke korteks gustatori di lobus insula dan operkulum frontal.

> Vaskularisasi Lidah (gambar 8.234)
Arteri utama: A. lingualis (cabang dari A. carotis externa), bercabang menjadi:
– A. profunda linguae → menyuplai ujung lidah
– A. dorsalis linguae → menyuplai bagian posterior
– A. sublingualis → menyuplai dasar mulut dan kelenjar sublingual
 Drainase vena: V. lingualisV. jugularis interna

Selamat yaa kalian sudah di penghujung course nyaa, sekarang kerjakan quiz akhir (post test) setelah mengikuti seluruh rangkaian course ini yaaa!! semangattt!!!