Pre Test
Introduction
Nervous System and Brain Anatomy
Cranial Nerves and Special Senses

Sensory System Material Overview

Bayangkan kamu bisa melihat warna langit, mendengar musik, mencium aroma kopi, atau merasakan manisnya cokelat — semua itu terjadi berkat sistem penginderaan manusia.
Sistem ini terdiri dari organ-organ khusus yang menangkap rangsangan dari lingkungan dan mengubahnya menjadi sinyal saraf yang akan diolah oleh otak.

Dalam kedokteran, pemahaman anatomi sistem penginderaan sangat penting, karena berbagai gangguan sensorik (seperti kebutaan, tuli, vertigo, atau anosmia) sering kali merupakan manifestasi awal dari gangguan sistem saraf.

Menurut Gray’s Anatomy for Students (2023) dan Moore’s Clinically Oriented Anatomy (2022), sistem penginderaan manusia terdiri dari lima komponen utama:

1. Penglihatan (Vision) 

Bola mata (eyeball) terdiri dari tiga lapisan:
Tunica fibrosa: kornea & sklera
Tunica vaskulosa: koroid, badan siliaris, dan iris
Tunica interna: retina

  • Media refraksi: kornea, aqueous humor, lensa, vitreous body
  • Otot bola mata: enam otot ekstraokular yang dikendalikan oleh N. III (okulomotorius), N. IV (troklearis), dan N. VI (abducens).
  • Saraf penglihatan: N. optikus (CN II) membawa impuls dari retina ke korteks oksipital (area Brodmann 17).

2. Pendengaran dan Keseimbangan (Hearing and Equilibr)

Struktur Utama:
Telinga luar: aurikula, meatus akustikus eksternus
Telinga tengah: membran timpani, osikula auditori (maleus, inkus, stapes)
Telinga dalam: koklea berisi cairan perilimfa & endolimfa serta organ Corti (reseptor pendengaran)

Saraf yang terlibat: N. vestibulokoklearis (VIII), terdiri dari dua cabang:
N. vestibularis → keseimbangan
N. koklearis → pendengaran

Korteks pendengaran primer: Gyrus transversus Heschl (area Brodmann 41, 42).
Pusat bahasa: area Wernicke (pemahaman) dan area Broca (produksi bicara).

3. Keseimbangan (Equilibrium)
oleh aparatus vestibular (kanalis semisirkularis, utrikulus, sakulus) melalui nervus vestibularis (CN VIII).
Komponen utama: kanalis semisirkularis, utrikulus, sakulus.
Fungsi: mendeteksi percepatan rotasional dan linear untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Reseptor keseimbangan terdapat di crista ampullaris (kanalis) dan macula utrikuli/sakuli.

4. Penciuman (Olfaction)
oleh epitel olfaktorius dan nervus olfaktorius (CN I).
Reseptor terdapat pada epitel olfaktorius di atap rongga hidung.

5. Pengecapan (Gustation)
oleh reseptor pada papila lidah melalui nervus fasialis (VII), glossofaringeus (IX), dan vagus (X).

Taste bud terdapat pada:

Papila fungiformis (ujung lidah) – rasa manis dan asin
Papila foliata (sisi lateral) – rasa asam
Papila sirkumvalata (posterior) – rasa pahit

Saraf pengecap:

N. fasialis (VII) → 2/3 anterior lidah
N. glossofaringeus (IX) → 1/3 posterior
N. vagus (X) → epiglotis